Teknik dan Variabel Sumber 'Informasi' Dalam Siklus Intelijen - Jalosi.net | Jalur Otoritas Informasi

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Selasa, 05 April 2022

Teknik dan Variabel Sumber 'Informasi' Dalam Siklus Intelijen

 

Bandung, jalosi.net - Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang dengan sangat cepat, memberikan akselerasi perubahan peradaban yang sangat cepat pula. Mereka yang mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan, tentu akan bisa mengikuti irama perubahan dengan ritme yang harmoni. Sebaliknya bagi mereka yang tidak bisa mengikuti irama perubahan, tentu akan menjadi bola salju persoalan yang menggelinding semakin besar, bahkan bisa terakumulasi menimbulkan berbagai persoalan lainnya baik masalah ekonomi, masalah keamanan, masalah kesejahteraan sosial, dan lain sebagainya. Dengan demikian percepatan adaptasi berfikir yang komprehensif sambil menikmati penyelaman di samudera peradaban yang baru secara idealnya harusnya bisa dilakukan oleh setiap orang. Namun apa mau dikata, apa yang mudah diucapkan tidak serta merta mudah untuk dilakukan. Inilah tantangan nyata masalah dan tantangan masa depan yang sedang dan akan dihadapi oleh seluruh umat manusia, karena jika tidak diantisipasi secara cermat akan bermuara pada instabilitas pertahanan dan keamanan nasional.


Mencermati dinamika perkembangan multivarian yang sangat dinamis dan mempengaruhi pola  perubahan peradaban, menuntut kemampuan ‘Analis Intelijen’ yang profesional, cepat, akurat dan relevan. Meskipun bukan hal yang mudah, tetapi harus ada upaya – upaya yang konsisten dan berkesinambungan untuk memperkuat basis dan pola berfikir analisitis bagi para agen intelijen agar memiliki kemampuan untuk menyampaikan data dan informasi sebagai landasan sebuah keputusan dan kebijakan pimpinan. Ada empat unsur utama dalam konsep intelijen, yaitu adanya informasi atau pengetahuan, adanya analisa strategi, adanya potensi ancaman, dan adanya upaya pengamanan terhadap kepentingan dan keamanan nasional. Di Indonesia, keempat unsur tersebut sudah diadopsi dalam Pasal 4 UU No 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara, yaitu, Intelijen Negara berperan melakukan upaya, pekerjaan, kegiatan, dan tindakan untuk deteksi dini dan peringatan dini dalam rangka pencegahan, penangkalan, dan penanggulangan terhadap setiap hakikat ancaman yang mungkin timbul dan mengancam kepentingan dan keamanan nasional.


Intelijen pada hakikatnya merupakan proses mendapatkan segala yang harus diketahui sebelum melakukan pekerjaan, atau sebagai data awal dalam mengatur rencana pekerjaan. Oleh karenanya,   ‘informasi’ menempati porsi penting dalam siklus intelijen (intelligence cycle). Perbedaan utama informasi intelijen dengan informasi umum lainnya terletak pada adanya pemenuhan unsur siapa (who), apa (what), mengapa (why), dimana (where), kapan (when) serta bagaimana (how). Keenam unsur yang biasa disebut 5W+1H tersebut menjadi kunci utama penilaian validitas suatu informasi intelijen.


Berhubung ‘informasi’ merupakan hal yang fundamental dalam intelijen, maka tantangannya adalah penguasaan kemampuan dalam mendapatkan ‘informasi tersebut’. Disinilah keberadaan intelijen tidak sekedar sebuah ‘ilmu’, tetapi otomatis juga merupakan suatu ‘seni’ untuk mendapatkannya. Secara umum  lima instrument utama dalam memperoleh informasi, yaitu :


- Human Intelligence (HUMINT), merupakan pengumpulan informasi melalui kontak manusia, biasanya mencakup informasi mengenai nama target, lokasi, waktu, pergerakan serta niat dari target

- Signal Intelligence (SIGINT), merupakan pengumpulan informasi dari pencegatan (intersepsi) emisi elektromagnetik, biasanya dari komunikasi elektronik

- Imagery Intelligence (IMINT), merupakan pengumpulan informasi yang bersumber dari pencitraan udara terhadap suatu target sasaran. Sumber informasinya biasanya berdasar infrared, radar, Moving Target Indicator (MTI), serta Laser Radar (LADAR)

- Measurement and Signature Intelligence (MASINT), merupakan pengumpulan informasi yang menggabungkan data dari SIGINT dan IMINT untuk menganalisa data dari berbagai spektrum ancaman elektromagnetik. Turunan dari instrument ini mencakup berbagai analisa seperti Nuclear Intelligence (NUCINT) untuk mendeteksi peralatan nuklir dan Chemical and Biological Intelligence (CBINT) untuk mendeteksi residu biokimia

- Open Source Intelligence (OSINT) yang merupakan pengumpulan informasi berbasis data yang tersedia secara terbuka di berbagai media, seperti radio, televisi, surat kabar, internet, database komersial, video, gambar dan berbagai sosial media.


Pasca tahap pengumpulan informasi tersebut, intelijen dituntut untuk membuat suatu analisa terhadap suatu permasalahan. Di antara beberapa output intelijen yang penting adalah judgement, forecasting, early warning dan problem solving. Perlu diingat bahwa karakteristik analisa intelijen adalah kecermatan dalam pemberian judgement, ketajaman dan akurasi dalam menyodorkan forecasting, serta proporsionalitas dalam merumuskan early warning. 


Judgement sendiri diartikan sebagai sebuah penilaian terhadap suatu kasus atau situasi tertentu dalam bentuk pemberian arti dan pemberian makna. Melalui judgement, suatu kasus akan dinilai sebagai landasan analisa berikutnya, sehingga ketepatan dalam membuat judgement sangat krusial agar intelijen tidak salah dalam memberikan early warning maupun problem solving pada suatu masalah. Selanjutnya, setelah melakukan judgement, intelijen juga harus mampu membuat perkiraan (forecasting). Forecasting adalah “prediksi masa depan yang seakurat mungkin, yang diberikan oleh semua informasi yang tersedia, termasuk data sejarah dan informasi mengenai kemungkinan kejadian masa depan yang berdampak pada suatu masalah.


Dengan demikian maka forecasting intelijen dapat dimaknai sebagai suatu olah pikir dalam memberikan bayangan dan gambaran kemungkinan perkembangan situasi, sebagai bagian dari pengurangan ketidakpastian di masa depan, agar pembuat kebijakan dapat lebih mudah mengambil keputusan. Selanjutnya, tahapan analisa intelijen yang paling penting adalah peringatan dini atau early warning, yaitu pemberian gambaran situasi tentang implikasi dampak, resiko dan bahaya yang dapat muncul di masa mendatang, berdasarkan identifikasi masalah, judgement dan forecasting. (R/oleh /Dede Farhan Aulawi/Pemerhati/Intelijen)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad