Digitalisasi Tata Kelola SDM, Sebuah Peluang dan Tantangan Masa Depan - Jalosi.net | Jalur Otoritas Informasi

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Minggu, 14 Juni 2020

Digitalisasi Tata Kelola SDM, Sebuah Peluang dan Tantangan Masa Depan

Bandung, jalosi.net -Pandemi covid 19 yang melanda seluruh dunia saat ini, langsung tidak langsung membawa dampak banyak perubahan dalam sendi – sendi kehidupan manusia. Terminologi work from home sejatinya memaksa umat manusia untuk terus beradaptasi dengan teknologi, meskipun diakui kemampuan adaptasi ini belum merata dengan berbagai varian perbedaan situasi kondisi masing – masing. Namun demikian, lambat laun kemampuan adaptasi ini akan terus memaksa seluruh umat manusia yang terbukti dengan berkembangnya berbagai layanan online/ virtual. Interaksi langsung akan semakin diminimalisir dengan pertimbangan segi keamanan dan keselamatan, serta efektivitas waktu pelayanan. Inilah yang menjadi dasar tantangan ke depan dalam melakukan berbagai tata kelola organisasi agar bisa tetap survive dan bisa leading dalam bersaing di arena kompetisi yang penuh dengan turbulensi perubahan yang semakin tajam dan masif, sehingga bisa dipahami jika terjadi perebutan SDM potensial untuk masa kini, dan terlebih di masa yang akan datang.

Fakta danberbagai realitas empirik di atas pada akhirnya menuntut kreativitas pimpinan organisasi untuk semakin memanfaatkan teknologi digital terutama software HR untuk mengoptimalkan manajemen sumber daya manusia agar bisa lebih baik, efektif dan efisien. Itulah sebabnya penggunaan Software HR terus meningkat karena dianggap sangat membantu dalam proses analisis data karyawan dan menghemat waktu dalam penyajian data.

Inilah yang akan menjadi kata kunci masa depan, yaitu kepiawaian dalam tata kelola SDM dengan memanfaatkan penggunaan teknologi terkini agar lebih meningkatkan produktivitas serta utilisasi setiap aset secara optimal. Kemampuan selektivitas organisasi dalam menemukan bibit unggul dari semua talent yang dimiliki. Penempatan orang di bidang yang tidak sesuai dengan talent yang dimilikinya tidak saja banyak mewarnai berbagai organisasi saat ini, tetapi juga memberikan hasil guna yang tidak maksimal sehingga nilai produktivitasnya jalan di tempat. Lalu akumulasi akhir di tingkat nasional menyebabkan competitiveness dan national produktivity masih dinilai rendah. Tidak saja merugikan dari sisi ekonomi, tetapi juga memperburuk citra dan kehormatan bangsa dan negara.

Aplikasi teknologi yang banyak diterapkan dalam rangka mencari bibit unggul ini, diantaranya diterapkan dalam proses rekrutmen Jarak Jauh. Dimana kandidat dan orang yang akan menyeleksinya tidak harus bertatap muka secara langsung, melainkan bisa dilakukan secara online. Tidak saja menghemat waktu, tetapi juga memberi kesempatan untuk menjaring kandidat secara luas yang mungkin saja tempat tinggalnya jauh. Jadi proses rekrutmen ini bisa dilakukan lewat webcame atau video call. 

Begitupun dengan perkembangan teknologi gadget saat ini memungkinkan sistem aplikasi berbasis mobile yang tentu akan sangat membantu fungsi SDM untuk memonitor pegawai. Begitupun sebaliknya pegawai bisa dengan mudah mengajukan cuti, reimbursement, lembur, absensi dan lain – lain secara online, lebih akurat dan real-time. Inilah salah satu pemanfaatan Cloud-Based dan Artificial Inteligence (AI) dalam tata kelola SDM kontemporer. Sebagaimana kita ketahui bahwa AI mempunyai kemampuan belajar (machine learning), sehingga apabila semakin banyak data dan feedback yang masuk, maka AI akan semakin pintar dan cepat dalam memproses data. Begitupun dengan berkembangnya platform komunikasi saat ini yang semakin memudahkan rapat atau koordinasi dengan banyak orang tanpa harus repot soal tempat dan jarak. Lihat saja misalnya aplikasi zoom yang banyak digunakan untuk melakukan berbagai aktivitas tatap muka jarak jauh dan di tempat yang berbeda – beda.

Dari berbagai perkembangan teknologi sebagaimana diuraikan di atas, jika para nahkoda SDM piawai dan adaptable dengan kemajuan maka diyakini bisa meningkatkan produktivitasorganisasi, meminimalisir kesalahan akibat human error, memonitori jalannya organisasi dan membantu fungsi SDM dalam melihat dan mengevaluasi performa setiap pegawai atau anggotanya. Semoga dengan ditemukannya bibit – bibit unggul generasi muda bangsa, produktivitas organisasi akan semakin meningkat dan daya saing bangsa semakin unggul sehingga Indonesia bisa semakin maju. (R/ist/oleh/dede farhan aulawi)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad