Pemkab Pesawaran Dirikan Posko Larangan Mudik - Jalosi.net | Jalur Otoritas Informasi

Breaking

Home Top Ad

Post Top Ad

Selasa, 27 April 2021

Pemkab Pesawaran Dirikan Posko Larangan Mudik

 

Pesawaran, jalosi.net - Guna mencegah kedatangan pemudik dari luar kota, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pesawaran bentuk titik penyekatan di Tugu Pengantin Kecamatan Gedongtaan Kabupaten setempat.


Larangan mudik Lebaran 2021 resmi dikeluarkan oleh Pemerintah, Pemkab Pesawaran siapkan titik penyekatan tersebut terdapat juga di dua kecamatan yang ada di Bumi Andan Jejama yakni Kecamatan Tegineneng dan Kecamatan Teluk Pandan.


Kepala BPBD Pesawaran Mustari mengatakan titik penyekatan tersebut dijaga ketat oleh petugas gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub), BPBD, Kepolisian, TNI dan Satpol PP serta petugas kesehatan dari Puskesmas setempat.


“Ya setiap hari petugas gabungan berjaga disini, memantau kendaraan yang lewat untuk mengantisipsi pemudik dari luar pulau yang berpotensi meningkatkan penyebaran virus Covid-19,” ujarnya.


Menurutnya, titik penyekatan tersebut mulai beroperasi sejak Senin (26/4/2021) kemarin hingga Rabu (26/5/2021) mendatang.


“Jadi kita beroperasi selama satu bulan ini tapi dihari ini dan kemarin belum terjadi peningkatan jumlah pemudik mungkin nanti satu minggu menjelang hari raya disaat itu titik penyekatan ini akan lebih diperketat dan untuk dua hari ini pihak kami hanya memberikan teguran lisan dan tindakan fisik berupa push up kepada masyarakat yang kedapatan tidak mengenakan masker,” katanya.


Lebih lanjut, Ia menjelaskan teknis pelaksanaan penyekatan kendaraan yang melintas di wilayah hukum setempat.


“Nantinya, semua kendaraan dari luar daerah yang melintas di pos penyekatan seluruh penumpangnya akan kita minta untuk turun dan untuk mengetahui kendaraan tersebut berasal dari luar daerah atau bukan bisa kita lihat dari plat kendaraan atau barang bawaan yang dibawa,” jelasnya.


“Nanti kita akan tanya bukti bahwa penumpang tersebut sudah melakukan rapid test yang berlaku selama satu hari, dan mereka yang tidak memiliki bukti itu akan kami suruh untuk melakukan rapid test atau balik arah ke lokasi keberangkatan selain itu nanti para penumpang juga akan di cek suhunya oleh petugas dan untuk penumpang yang memiliki gejala akan kita arahkan ke rumah sakit terdekat untuk diberikan penanganan,” tutupnya.(Ed/wn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad